Rabu, 09 November 2011

makalah ipa


KATA PENGANTAR
OLEH
:
TAHUN PELAJARAN 2011/2012

Jumat, 04 November 2011

makalah tentang hewan yang tidak bertulan belakang



BAB I PENDAHULUAN.

               Latar Belakang MasalahIndonesia merupakan Negara yang memiliki keragaman hayati yang melimpah baik floramaupun fauna.Kekayaan keragaman hayati ini membiarkan keuntungan yang besar bagi masyarakat. Diantaranya dapat memenuhi kebutuhan manusia juga mengandung protein, karbohidrat,lemak, vitamin dan mineral.Protein sebagai salah satu sumber pembangun tubuh dapat berasal dari tumbuhan (nabati)dan hewan (hewani). Protein yang berasal dari hewan mempunyai kandungan yangsempurna dibandingkan dengan protein nabati. Oleh karena itu pengadaan sumber proteinhewani harus diupayakan.Sehubungan dengan itu penulis terusik untuk memilih karya tulis yang berjudul“Keragaman Hewani Vertebrata dan Invertebrata”

B. Batasan MasalahAdapun batasan Masalah dalam karya tulis ini adalah:
1. Pengertian dan perbedaan hewan Vertebrata dan hewan Invertebrata.
2. Filum : yang termasuk hewan Vertebrata dan hewan Invertebrata.
3. Sistem pencernaan pada hewan Vertebrata dan Invertebrata

C. Tujuan Yang Ingin DicapaiAdapun Tujuan penulis dalam penulisan karya tulis ini adalah
1. Sebagai salah satu syarat mengikuti UN/UAM
2. Untuk mengetahui berbagai macam hewan vertebrata dan hewan invertebrate
3. Untuk menambah wawasan tentang keanekaragaman hewan vertebrata daninvertebrata




HEWAN INVETEBRATA.

 
.
   Hewan Invertebrata

        1.PengertianHewan Invertebrata
Hewan invertebrata adalah yang tidak bertulang belakang, serta memiliki struktur morfologi dan anatomi lebih sederhana dibandingkan dengan kelompok hewan bertulangpunggung/belakang, juga sistem pencernaan, pernapasan dan peredaran darah lebihsederhana dibandingkan hewan invertebrata.

        2. Filum-filum hewan invertebrataa. Filum frotozoaFrotozoa merupakan hewan bersel satu yang hidup di dalam air, protozoa memakantumbuhan dan hewan, frotozoa berkembang biak secara reproduksi unseksual atauvegetatif dengan cara membelah diri dan dengan cara seksuan / generatif konjugasi

a.Filum frotozoa terbagi menjadi beberapa kelas:
1) Kelas hewan berambut getar (cikata)
2) Kelas hewan berkaki semu (rhizopoda)
3) Kelas hewan berspora (sporozoa)
4) Kelas hewan berbulu cambuk (flogellato)

b. Filum forifera (hewan berfori)
Forifera merupakan hewan air dan hidup di laut bentuk tubuh seperti tumbuhan yangmelekat pada suatu dasar laut, jadi forifera dapat berpindah tempat dengan bebas, tubuhforifera seperti tabung yang memiliki banyak pori (lubang kecil pada sisinya danmempunyai rongga di bagian dalam) forifera dapat berkembang biak dengan carageneratif dan vegetatif.
Forifera terdiri dari tiga kelas:
1) Kelas corcoreaTerdiri dari zat kapur (spikula) dan hidup di laut yang dangkal, contoh; seghpha SP,charsarina SP
2) Kelas hexactinelidaTerdiri atas zat kersik dan hidup di laut yang dalam. Contohnya pnerorepa SP
3) Kelas demospangiaTubuh lunak bahkan tidak mempunyai rangka, contoh spongia SPc. Filum coelentrata (hewan berongga)Coelentrata berasal dari kata coilos (berongga) dan entron (usus) coelentrata mempunyaidua macam bentuk yakni bentuk pasif yang menempel pada suatu dasar dan tidak berpindah.

c.terdiri dari 3 kelas;
1) Kelas anthozoa
2) Kelas hydrozoas
3) Kelas scyphozoad.

d.Filum platyhelminthes (cacing pipih)Kata platyhelminthes berasal dari bahasa Yunani, kata plays (pipih) dan hemlines(cacing). Platyhelminthes adalah yang mempunyai pipih. Hewan golongan inimempunyai tubuh simetris bilateral, (kedua sisi sama), tubuh lunak dan tidak bersegmen(ruas) tetapi tidak mempunyai peredaran darah.Platyhelminthes terbagi ke dalam tiga kelas yaitu:
1) Kelas turbellaria (cacing berambut getar)
2) Kelas trematoda (cacing isap
)3) Kelas cestroda (cacing pita)

e. Filum Mollusca (hewan lunak)Sesuai dengan namanya, hewan lunak mempunyai tubuh lunak yang dilindungi olehcangkang dari bahan kalsium (kapur) mollusca bersifat hermoporit, mempunyai sistempencernaan, sistem pernapasan, dan sistem pengeluaran
Mollusca dibedakan menjadi 4 kelas;
1) Kelas lamilli brancuiata (golongan karang dan tiram)
2) Kelas gastropoda (golongan siput)
3) Kelas cephalopoda (golongan cumi-cumi)
4) Kelas amphineuraf. Filum enchinodermata (hewan berkulit duri)Kata di atas berasal dari bahasa Yunani echimos (landak) dan derma (kulit) semua hewanyang termasuk filum echinodermata biasanya hidup di laut, bentuk tubuhnya simetrisradial (sisi tubuh melingkar sama). Mempunyai sistem ameudakral (sistem pompa air).Rangka dalam berkapur dan memiliki banyak duri yang menonjol. Daya generasinyaamat besar.

f.Filum enchinodermata terdiri dari 5 kelas yaitu:
1) Kelas bintang laut (asteroidal)
2) Kelas landak laut (echinoidal)
3) Kelas bintang laut (opiuroidal)
4) Kelas lilin laut (crinoidal)
5) Kelas teripong (holothuroidae)

g. Filum antropodaFilum ini mempunyai Jumlah species yang paling besar dibandingkan filum-filum lain.Tubuh dan kaki beruasa-ruas dan simetris bilateral, rangka luar mengandung zat kimia.Antropoda mempunyai peredaran darah, tetapi darahnya tidak berwarna, pertumbuhannyalama mengalami metamorfosis (perubahan bentuk).

h.Filum antropoda terdiri atas:
1) Kelas serangga (insecta)
2) Kelas laba-laba (arachoidae)
3) Kelas udang-udangan (erustacea)
4) Kelas lipan (mynapoda)

   Sistem Pencernaan Pada Hewan Invertebrata

       a.Sistem pencernaan pada hewan protozoa Misalnya pada amoeba merupakan hewan bersel satu segala aktivitas hidupnya terjadi di dalam sel itu
sendiri. Demikian juga pencernaan makanan terjadi di dalam sel, disebutpencernaan indra sel.Pada waktu amoeba mendapatkan makanan segera amoeba membentuk kaki semu yangmengarah kepada makanan selanjutnya dikelilingi kaki semu kemudian makanan tersebutdibawa ke protoplasma. Dalam protoplasma yang mengandung makanan yangmenghasilkan enzim pencernaan. Dalam rongga makanan tersebut terjadi pencernaanmakanan. Makanan yang telah dicerna yang berupa sari makanan diserap dari sisa-sisamakanan dan dikeluarkan dari dalam tubuh.

      b.Sistem pencernaan pada golongan hermes Misalnya pada cacing tanah mempunyai saluran pencernaan yang terdiri atas mulut,kerongkongan, tembolok, empedal, usus dan anus.Bagian depan kerongkongan agak membesar disebut paring yang berfungsi untuk mengisap makanan dari mulut dan membasahinya dengan lendir. Makanan cacing tanahberupa humus yang terdapat di tanah yang bersifat asam, dikelilingi kerongkonganterhadap tiga pasang kelenjar yang menghasilkan zat kapur yang dapat menetralkan sifatasam makanannya.

       c. Sistem pencernaan pada hewan insecta Serangga,misalnya belalang mempunyai tembolok berfungsi untuk menyimpan makanansementara di sebelah bawah tembolok terdapat kelenjar ludah yang menghasilkan ludah.Ludah tersebut dialirkan melalui saluran induk ke dalam rongga mulut. Dari tembolok makanan masuk ke dalam empedal dan dalam empedal makanan dihancurkan,selanjutnya makanan diteruskan ke dalam lambung. Di bagian depan lambung terdapatenam pasang usus buntu yang berfungsi sebagai kelenjar pencernaan. Makanan yangtidak dicerna diserap di dalam lambung. Sisa-sisa makanan dari usus melalui peletumdikeluarkan melalui anus.

         BAB III KESIMPULAN DAN SARAN.

KesimpulanBerdasarkan pembahasan di atas dapat disimpulkan hal-hal sebagai berikut:- Hewan vertebrata yaitu hewan yang memiliki tulang belakang yang struktur tubuh yanglebih sempurna dari pada invertebrata. Vertebrata memiliki tali yang mirip sum-sumtempat berkumpulnya sel-sel saraf dan menjadi perpanjangan kumpulan saraf dari otak - Hewan invertebrata yaitu hewan yang tidak memiliki tulang belakang serta memilikistruktur morfologi dan anatomi lebih sederhana dibandingkan dengan kelompok hewanbertulang belakang/pinggang.B. Saran- Bagi kita dan generasi akan datang sudah sepatutnya untuk memelihara menjaga danmelestarikan kenanekaragaman hewan yang terdapat di Negara kita dan khususnya dilingkungan kita.- Kepada para pembaca kalau ingin lebih mengetahui tentang bahasan ini bisa membacabuku atau majalah-majalah yang memuat tentang keanekaragaman hewan


HEWAN YANG TIDAK BERTULANG BELAKANG

KELOMPOK HEWAN TIDAK BERTULANG BELAKANG (INVERTEBRATA)

Kelompok hewan tidak bertulang belakang (invertebrata) merupakan
kelompok hewan yang paling banyak di muka bumi, hampir 2 juta jenis
yang telah dikenali saat ini. Hidup pada lingkungan yang beragam, dari
lingkungan hutan, gua, sampai lumpur dasar laut.

Hewan tidak bertulang belakang dikelompokkan menjadi hewan bersel
satu, hewan berpori, hewan berongga, cacing, hewan lunak, hewan
berkulit duri, dan hewan berkaki beruas-ruas.

01-parameciumKelompok hewan bersel satu (Protozoa)
berukuran sangat kecil sehingga tidak tampak dilihat dengan mata biasa.
Hewan bersel satu umumnya hidup di tempat basah, misalnya di laut atau
air tawar bahkan di dalam darah. Makanannya berupa tumbuhan dan
organisme bersel satu lainnya. Hewan bersel satu berkembang biak dengan
cara membelah diri. Contoh hewan bersel satu diantaranya paramecium,
mempunyai ukuran sekitar 0,3 mm.

Kelompok hewan berpori (Porifera) seluruh
tubuhnya berlubang-lubang halus, rangkanya tersusun dari zat kapur,
kersik, atau zat tanduk. Hidup di laut yang dangkal dan berair jernih,
karena hidup menempel maka tidak bisa bergerak bebas. Contoh hewan
berpori adalah spon karang (bunga karang). Spon karang tidak mempunyai
syarat atau organ sensor. Makanan dan air didapatkannya melalui lubang
pori-pori dan diproses oleh sel khusus yang disebut “sel pengembara”.
Sel pengembara ini yang mendistribusikan makanan ke seluruh tubuh spon
karang.



Kelompok hewan berongga (Coelenterata)
mempunyai bentuk tubuh seperti tabung. Bentuk tubuhnya bisa beragam
tetapi mempunyai rongga dengan mulut yang dikelilingi oleh alat peraba
yang disebut tentakel. Dalam keadaan berenang, mulutnya menghadap ke
dasar laut. Tubuh hewan berongga terdiri dari jaringan luar (eksoderm),
jaringan dalam (endoderm) dan sistem otot yang membujur dan menyilang.
Contoh hewan berongga antara lain ubur-ubur, hidra, dan anemon laut.

Kelompok cacing (Vermes) bertubuh lunak,
tidak mempunyai kaki dan rangka. Hidup di tanah dan di air tawar maupun
air laut. Ada pula yang hidup sebagai parasit pada manusia dan hewan.
03-cacing-tanahTubuh cacing dibedakan dibedakan menjadi tiga, yaitu:
- cacing beruas-ruas, contohnya cacing tanah, lintah, dan pacet.
- cacing pipih, contohnya cacing pita, cacing hati, dan planaria.
- cacing gilik, contohnya cacing perut, cacing tambang, dan cacing kremi.



Kelompok hewan lunak (Mollusca) mempunyai
tubuh yang lunak, tidak mempunyai tulang ataupun rangka dan dilindungi
oleh cangkang keras yang terbuat dari zat kapur. Tubuh hewan lunak
mempunyai kelenjar yang menghasilkan lendir. Ada sekitar 100.000 jenis
dalam kelompok hewan lunak, dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu kupang,
sotong, dan keong.

05-bintang-lautKelompok hewan berkulit duri ( Echinodermata)
seluruh tubuhnya tertutup oleh duri, tidak berkepala, dan mempunyai
rangka yang tersusun dari zat kapur di luar tubuhnya (eksoskeleton).
Hewan berkulit duri mempunyai mulut yang dikelilingi oleh kaki
berbentuk tabung yang mempunyai alat pengisap di bagian ujungnya.
Mempunyai pencernaan yang baik, tetapi sistem saraf dan sistem
peredaran darahnya masih sederhana. Contoh hewan berkulit duri adalah
bintang laut, bulu babi, teripang, dan landak laut.


Kelompok hewan berkaki beruas-ruas (Arthropoda)
memiliki tubuh yang dilapisi oleh kulit luar yang tersusun dari zat
kitin, protein dan zat kapur, membentuk rangka luar. Beberapa jenis
tertentu seperti lalat dan ngengat hanya mempunyai kulit luar yang
lunak, sedangkan yang lain seperti ketam dan udang laut mempunyai kulit
luar yang keras.

Tubuh hewan Arthropoda terdiri dari beberapa bagian dan
masing-masing bagian mempunyai kaki sendiri-sendiri. Kakinya
beruas-ruas dan digunakan untuk berenang atau berjalan. Pada beberapa
jenis tertentu juga berfungsi untuk penghisap bahan makanan bahkan
untuk pertahanan. Hewan arthropoda dibedakan menjadi empat kelompok,
yaitu lipan, labah-labah, udang-udangan, dan serangga.

Kelompok lipan
hanya mempunyai kepala dan tubuh yang beruas-ruas dan dilapisi oleh
kulit luar yang tersusun oleh zat kitin. Pada kepalanya terdapat
sepasang antena yang berfungsi sebagai alat peraba dan mata sederhana
untuk melihat. Pada tiap-tiap bagian tubuh lipan terdapat dua pasang
kaki. Tubuh lipan bisa mempunyai 9 sampai 100 bagian tergantung pada
jenisnya, dengan demikian kaki lipan sangat banyak akibatnya lipan
berjalan pelan dengan gerakan kaki seperti gelombang pada sepanjang
badannya.

Kelompok labah-labah
mempunyai dua bagian utama tubuh, abdomen dan cephalothorax, yaitu
kepala dan rongga dada bekerja sama. Labah-labah mempunyai empat pasang
kaki tetapi tidak mempunyai antena peraba. Anggota kelompok labah-labah
yang terkenal adalah kalajengking. Panjang kalajengking sekitar 2,5 – 8
cm.Tubuhnya kecil, mempunyai delapan kaki, dua sumpit besar, dan satu
ekor beruas-ruas. Pada ekornya terdapat alat penyengat berbisa yang
disediakan oleh sepasang kelenjar racun. Ekornya biasanya dibengkokkan
menaik dan maju di atas pungungnya.

Kelompok udang-udangan
mempunyai tubuh yang tersusun dari tiga bagian, yaitu kepala, rongga
dada, dan abdomen. Pada beberapa jenis, kepala dan rongga dada jadi
satu membentuk cephalothorax. Kulit luarnya keras tersusun dari zat
chitin dan zat kapur. Kelompok udang-udangan mempunyai lima pasang
antena, dua pasang di atas kepala, dua pasang di rahang bawah, dua
pasang di rahang atas dan satu di badan yang berfungsi bila bernapas,
berenang, berjalan dan lain-lain. Contoh kelompok udang-udangan adalah
udang, kepiting, dan kutu air.
Kelompok serangga
mempunyai tubuh yang tersusun dari tiga bagian, yaitu kepala, rongga
dada, dan abdomen. Hampir semua serangga mempunyai sayap, sehingga
menjadikan serangga satu-satunya hewan tidak bertulang belakang yang
bisa terbang. Bentuk tubuhnya beragam, ada yang panjang, pipih, dan
bulat. Ukurannyapun beragam mulai dari 0,2 mm – 35 cm. Pada bagian
depan kepalanya, serangga mempunyai dua antena yang berfungsi sebagai
alat peraba. Serangga mempunyai mata campuran yang terdiri dari ribuan
“mata tunggal”. Pada beberapa jenis serangga seperti lebah, kupu-kupu,
dan lalat, alat perabanya terletak di kaki. Contoh serangga adalah
lebah, kupu-kupu, lalat, capung, dan nyamuk.

HEWAN YANG TIDAK BERTULANG BELAKANG

Invetebrata : hewan yang tidak  BERTULANG BELAKANG
95% jenis hewan di dunia tergolong invertebrata, invertebrata dikelompokkan menjadi delapan filum :
I Hewan berpori (Porifera)
v Tubuh memiliki pori
v Sebagian besar hidup di laut
v Bentuk tubuhnya kebanyakan seperti vas bunga
II Hewan berongga (Coelenterata)
v Memiliki dua macam bentuk tubuh, polip dan medusa
v Sebagian besar hidup di laut
v Mulut dikelilingi tentakel
III Cacing pipih (Platyhelminthes)
v Tubuh pipih seperti pita
v Sebagian besar hidup parasit
v Tidak memiliki organ untuk mencerna makanan
IV Cacing gilig (Nemathelminthes)
v Tubuh gilig atau silindris
v Sebagian besar hidup bebas, beberapa sebagai parasit
v Memiliki mulut dan anus
V Cacing gelang (Annelida)
v Tubuh bulat memanjang dan beruas-ruas
v Ditemukan hampir dimana-saja
v Memiliki mulut dan anus
VI Hewan bertubuh lunak (Mollusca)
v Tubuhnya yang lunak biasanya dilindungi oleh cangkang
v Ditemukan di beberapa lingkungan yang berbeda
v Menggunakan kaki berotot untuk bergerak
VII Hewan bertubuh beruas-ruas (Arthopoda)
v Tubuh beruas-ruas atau berbuku-buku
v Ditemukan hampir dimana-saja
v Pada umumnya tubuh dibedakan menjadi kepala ,dada dan perut
v Tubuh dilapisi kerangka luar yang keras yang mengandung zat kitin
VIII Hewan berkulit duri (Echinodermata)
v Tubuh berkulit duri
v Tubuh simetris radial
v Sebagian besar hidup di laut
v Bergerak dengan kaki ambulakral
IX Hewan bersel satu (Protozoa)
v Bersel Satu
v Berguna sebagai indicator polusi dan membantu sambungan rantai makanan
  v Merugikan sebagai penyebar racun dan penyakit dalam jumlah besar